Kabar dari Ayah…

Aku pernah berada di sana..

di antara kaum yang terbuang..

dipenuhi rasa takut yang membayang…

 

Aku pernah hidup di sana…

dengan langit kelam sebagai atap..

dan ratap duka sebagai tontonan..

 

Aku pernah bahagia di sana…

ketika kutemukan cinta dari kedalaman matanya..

ketika kugapai harapan dari kedua tangannya..

 

Tapi kini akankah kutetap merasa bahagia..

saat bulir air mata membasahi pipinya?

saat tubuh yang renta itu hanya dapat berdiam dan tak berkutik…

melawan amukan sang iblis neraka…

 

Dalam alam pikiran ku terbayang…

tangan – tangan berotot bergerak meluluh lantahkan bumi..

membakar semua harapan…

yang selama ini mereka bangun bersama..


kini.. yang ku lihat hanyalah..

kobaran api menjilat – jilat di udara..

melahap setiap bagian dari gubug reot itu..

menepis segala angan akan kebahagiaan…

memupuskan harapan akan kedamaiaan..

 

ayah, apa lagi yang bisa kuperbuat..?

 

 


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.